Batam, 31-Jan-2026 — Menyongsong Tahun Baru 2026, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (PERKUPI), dan Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) menegaskan komitmen bersama untuk membangun Kota Batam melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan bertajuk “Bersama Membangun Kota Batam” ini digelar di Gedung GPI Batu Aji Lama, Kecamatan Batu Aji, dan dihadiri oleh para pimpinan organisasi, tokoh gereja, generasi muda, serta perwakilan Pemerintah Kota Batam.
Acara diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung khidmat. Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Janus Simanjuntak (PERKUPI Batam), pujian dipersembahkan oleh tim musik GPI Kavling Lama, sementara khotbah Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Apul Simanjuntak (IPMB Batam). Ibadah ditutup dengan doa syafaat dan berkat oleh Pdt. Andar Napitupulu (MUKI Batam).
Memasuki sesi utama, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars organisasi sebagai wujud semangat kebangsaan. Ketua APINDO Kepri, Stanly Rocky, yang juga adalah Dewan Pembina GEMPAR KEPRI, dalam paparannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat guna menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam secara berkelanjutan.
Kemeriahan acara turut diwarnai penampilan seni dari pelajar SMK Tunas Muda Berkarya/Youth Generation Batam, berupa tarian daerah Nusantara serta pembacaan puisi bertema Batam dan Kepulauan Riau, yang menguatkan pesan persatuan dan kebhinekaan.

Isi dan Substansi MoU
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPD MUKI Batam, DPD PERKUPI Batam, dan DPW GEMPAR Kepulauan Riau sebagai bentuk kesepakatan strategis untuk mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Batam.
Dalam MoU tersebut, ketiga organisasi sepakat menjalin kerja sama partisipatif selama lima tahun dengan tujuan utama mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Ruang lingkup kerja sama meliputi kegiatan sosial dan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia—khususnya generasi muda—serta penguatan edukasi kebangsaan, toleransi, dan wawasan kebhinekaan.
MoU juga menegaskan komitmen para pihak untuk bersinergi secara konstruktif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya melalui advokasi partisipatif yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Bentuk kontribusi yang disepakati mencakup pelaksanaan bakti sosial, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan pemikiran dan rekomendasi kebijakan, partisipasi aktif dalam kegiatan bersama, serta penguatan jejaring komunikasi antarorganisasi.
Dalam kesempatan tersebut, GEMPAR Kepulauan Riau yang diwakili oleh Bendahara GEMPAR Kepri, Ciko Arnold Nainggolan, turut menyampaikan sambutan sekaligus penegasan komitmen GEMPAR dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Batam tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi antara lima unsur utama, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas/organisasi masyarakat, serta media.
“GEMPAR Kepri memandang MoU ini sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem kolaboratif berbasis pentahelix. Pemerintah sebagai regulator, pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi, akademisi sebagai sumber gagasan dan riset, organisasi masyarakat sebagai jembatan aspirasi warga, serta media sebagai penguat informasi publik, harus berjalan bersama dalam satu visi membangun Batam,” ujar Ciko.
Ia juga menambahkan bahwa GEMPAR Kepri siap mengambil peran aktif dalam program-program pemberdayaan generasi muda, penguatan UMKM, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari implementasi nyata kerja sama tersebut.
“MoU ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi fondasi kerja bersama yang berkelanjutan. Harapan kami, kolaborasi ini mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat Batam,” tambahnya.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Olga Round Pesta selaku Ketua DPD MUKI Batam, Hermanto Manurung selaku Ketua DPD PERKUPI Batam, dan Sony Christanto selaku Ketua DPW GEMPAR Kepulauan Riau.
Apresiasi Pemerintah Kota Batam
Mewakili Wali Kota Batam, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, yang juga sebagai Dewan Pembina GEMPAR KEPRI, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif ketiga organisasi tersebut. Dalam sambutannya, ia memaparkan capaian Pemerintah Kota Batam sepanjang 2025 berdasarkan 15 program prioritas, sekaligus arah pembangunan kota yang akan berlanjut hingga 2026.
Menurutnya, pembangunan Batam membutuhkan dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat agar dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan salam dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam kepada seluruh peserta kegiatan.
Rangkaian acara ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri, penyerahan cinderamata, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen kolektif membangun Batam yang maju, harmonis, dan inklusif.

