Batam, 27 Mei 2026 – Semangat persatuan, pelayanan, dan kebangkitan generasi muda mewarnai kegiatan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GEMPAR Kota Batam dan Tanjung Balai Karimun yang digelar di Bethesda Center Batam, Mustafa Plaza KDA. Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar acara organisasi, tetapi juga menjadi panggung deklarasi moral generasi muda Kristen dan Katolik untuk ikut membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur gereja, pemerintah, TNI-Polri, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat lintas iman. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum GEMPAR Indonesia, Yohanes Harry D. Sirait, Sekretaris Jenderal GEMPAR Indonesia Petrus Uhir Sihombing, serta Ketua DPD GEMPAR Kepri Sony Christanto bersama jajaran pengurus daerah.
Turut hadir pula Pembina GEMPAR Indonesia, Bambang Pristiwanto, yang menyampaikan sambutan penuh makna mengenai pentingnya sinergi antara Dewan Pembina dan pengurus GEMPAR dalam membangun organisasi yang sehat, solid, dan berdampak bagi masyarakat.
Sambutan Hangat dan Penuh Kekeluargaan
Dalam sambutannya, Brigjen Pol (Purn) Dr. Bambang Pristiwanto membuka pidato dengan penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan. Ia menyampaikan penghormatan kepada tuan rumah acara, Pendeta Alan Parangan, serta menyapa satu per satu jajaran pimpinan GEMPAR Indonesia dan para tamu undangan dari berbagai latar belakang.
Dengan gaya khas yang santai namun penuh wibawa, ia menyampaikan bahwa kehadiran berbagai unsur mulai dari gereja, pemerintah, BIN, Ombudsman, organisasi kepemudaan, hingga tokoh masyarakat menunjukkan bahwa GEMPAR telah menjadi ruang pemersatu generasi muda lintas profesi dan pelayanan.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu membangun generasi muda yang takut akan Tuhan, cinta bangsa, dan siap melayani masyarakat,” ujarnya.
Suasana ruangan pun beberapa kali dipenuhi tepuk tangan dan tawa hangat ketika Dr. Bambang menyelipkan pantun serta candaan ringan dalam sambutannya.
Dewan Pembina Hadir untuk Membimbing, Bukan Menghakimi
Dalam pidatonya, Dr. Bambang menegaskan bahwa keberadaan Dewan Pembina GEMPAR Kepri bukan untuk mencari kesalahan pengurus, melainkan untuk menjadi tempat berdiskusi, memberikan solusi, perlindungan, dan arahan strategis bagi organisasi.
Menurutnya, pembina harus hadir sebagai “orang tua” yang membimbing perjalanan organisasi agar tetap berjalan pada visi yang benar.
“Kami hadir bukan untuk menghakimi atau mencari kelemahan pengurus. Tugas kami adalah membimbing, melindungi, membantu mencari jalan keluar, dan memastikan GEMPAR terus bertumbuh menjadi organisasi yang membawa manfaat,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Dewan Pembina GEMPAR Kepri terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian, mulai dari unsur Polri, TNI, Ombudsman, akademisi, dunia usaha, hingga pakar hukum. Keragaman ini, menurutnya, menjadi kekuatan besar untuk membantu organisasi melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
“Kita punya pembina dari berbagai bidang. Ada yang memahami hukum, pemerintahan, keamanan, pendidikan, dan dunia usaha. Semua itu adalah modal besar untuk membantu generasi muda berkembang,” katanya.
GEMPAR Harus Menjadi Gerakan yang Berdampak
Sementara itu, Ketua GEMPAR Kepri, Sony Christanto, kembali menegaskan bahwa GEMPAR Indonesia bukan sekadar organisasi formalitas, melainkan sebuah gerakan pembaruan generasi muda.
“GEMPAR lahir dari semangat pelayanan gereja untuk membangun anak-anak muda yang siap menjadi agen perubahan. Kita tidak ingin hanya besar secara nama, tetapi harus besar dalam dampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa GEMPAR Indonesia dibangun sebagai organisasi independen yang tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu, sehingga dapat bergerak lebih luas dalam pelayanan sosial, kepemudaan, dan pembangunan masyarakat.
Sony juga menegaskan pentingnya membangun “movement” dibanding sekadar struktur organisasi.
“Yang kita bangun bukan hanya kepengurusan, tetapi gerakan. Anak-anak muda harus bergerak, melayani, berkarya, dan hadir memberi solusi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kolaborasi Pentahelix Jadi Fondasi Gerakan GEMPAR
Dalam kesempatan tersebut, Sony Christanto juga memaparkan konsep kolaborasi pentahelix yang menjadi fondasi pergerakan GEMPAR Indonesia.
Lima unsur utama yang menjadi mitra strategis GEMPAR meliputi:
1. Komunitas Gereja
GEMPAR aktif menjalin hubungan dengan aras-aras gereja seperti PGI, PGPI, PGLII, Bala Keselamatan, dan komunitas pelayanan lainnya.
2. Akademisi
Kolaborasi dengan dunia pendidikan dan akademisi diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter.
3. Pemerintah
Hubungan harmonis dengan pemerintah daerah maupun kementerian menjadi bagian penting dalam mendukung program kepemudaan dan kebangsaan.
4. Dunia Usaha
Banyak pengurus GEMPAR berasal dari kalangan pengusaha muda yang diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi generasi muda.
5. Media
Media dipandang sebagai mitra penting dalam menyebarkan pesan-pesan positif dan semangat perubahan kepada masyarakat luas.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Gereja, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media harus berjalan bersama membangun Indonesia,” kata Sony.
Pesan Kerendahan Hati dan Semangat Pelayanan
Dalam sambutannya, Brigjen Pol (Purn) Dr. Bambang Pristiwanto juga mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dalam pelayanan organisasi.
Ia mengutip beberapa ayat Alkitab seperti Efesus 4:2–3 dan Injil Matius serta Markus mengenai pentingnya hidup dalam kasih, kesabaran, dan semangat melayani.
“Yang terdahulu bisa menjadi terakhir, dan yang terakhir bisa menjadi terdahulu. Karena itu jangan pernah sombong dalam pelayanan. Jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan untuk dilayani,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus DPD dan DPC GEMPAR agar terus menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik dengan Dewan Pembina.
“Kalau ada persoalan, jangan dipendam sendiri. Gunakan para pembina sebagai tempat bertanya dan berdiskusi. Kita harus berjalan bersama,” pesannya.
Generasi Muda Jangan Minder
Salah satu bagian yang paling menyentuh dalam pidato tersebut adalah ketika para pembicara mengajak generasi muda untuk tidak minder terhadap usia muda mereka.
Sony Christanto mengutip 1 Timotius 4:12:
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda.”
Menurutnya, banyak anak muda memiliki potensi besar tetapi takut melangkah karena merasa belum cukup mampu.
“Tuhan tidak mencari orang paling hebat. Tuhan mencari orang yang mau dipakai. Kalau kita setia dan mau belajar, Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi berkat bagi bangsa,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menggunakan talenta dan potensi yang dimiliki generasi muda.
“Kalau belum bisa jadi matahari, jadilah lilin kecil yang mau menyala dan menerangi sekitar,” tambahnya.
Pelantikan DPC Jadi Awal Perjalanan Baru
Momentum pelantikan DPC GEMPAR Kota Batam dan Tanjung Balai Karimun juga menjadi simbol dimulainya tugas baru bagi para pengurus cabang.
Ketua Umum GEMPAR Indonesia, Yohanes Harry D. Sirait, berharap DPC yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak pembinaan generasi muda di daerah masing-masing.
Program-program yang diharapkan berkembang ke depan meliputi:
- Pembinaan karakter dan spiritualitas pemuda
- Pengembangan kewirausahaan muda
- Literasi digital dan teknologi
- Kegiatan sosial kemasyarakatan
- Penguatan wawasan kebangsaan
- Kolaborasi lintas gereja dan organisasi
Selain itu, Dewan Pembina bersama pengurus juga berencana membangun forum komunikasi rutin, mekanisme evaluasi program, dan penguatan kolaborasi lintas DPD serta DPC menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Menuju Indonesia Emas 2045
Di penghujung acara, seluruh peserta diajak bersatu dalam semangat pelayanan dan kebangsaan.
Dr. Bambang Pristiwanto menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
“Kita ingin GEMPAR hadir bukan hanya di atas panggung, tetapi hadir di hati masyarakat. Mari kita berjalan bersama, menjaga persatuan, dan membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, sesi foto, dan suasana penuh sukacita yang menggambarkan kuatnya semangat kebersamaan di antara keluarga besar GEMPAR Indonesia.
Melalui momentum ini, GEMPAR Kepri kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah besar generasi muda yang siap melayani, berkarya, dan membawa perubahan positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

